"Coretan dinding adalah kriminal, jika korupsi itu seni." Itu adalah salah satu dari sekian banyak kata-kata yang saya lihat di dalam kamar mandi laki-laki di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Sumatera Utara (USU). Ya, pagi tadi, saya beserta 5 orang teman lainnya dari sekolah saya mengikuti olimpiade sosiologi yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Sosiologi (IMASI) USU. Di sana sudah banyak teman dari sekolah lain yang sudah duduk untuk menunggu waktu ujian. Sesampainya di sana, kami pun langsung melakukan registrasi dan kemudian bergabung dengan teman-teman yang lain untuk menunggu ujian dimulai. Sewaktu menunggu dimulainya ujian, saya kebelet untuk buang air kecil. Saya pun menanyakan kepada salah seorang panitia dimana kamar mandi dan dia pun menunjukkan kepada saya jalan untuk ke kamar mandi. Saya pikir kamar mandi yang berada di salah satu universitas terbaik yang ada di sumatera utara ini bersih dan nyaman, tetapi seba...
Postingan populer dari blog ini
Pre-Blogging
Setelah sekian lama gak ada niatan untuk buka ini blog, akhirnya niatan kembali tiba, h a h a h a. sebenarnya udah lama terbesit niat untuk punya tulisan atau karya sendiri yang bisa konsisten di post di media sosial baik di Blog, Instargam, Tumblr, atau platform lainnya, tapi entah kenapa niatan itu cuma bisa stuck di kepala saya saja. tangan ini terasa berat untuk menuangkan ide itu menjadi sebuah tulisan yang bisa di post di blog ini. semoga setelah tulisan ini dibuat, blog ini bisa produktif, berisikan opini, ide, solusi, atau apa saja yang ada dikepala saya tentang isu yang ada di Indonesia atau di luar negeri yang sedang hangat terjadi.
Perlukah Full Day School (FDS) di Indonesia?
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru Pak Muhadjir Effendy dalam waktu dekat ini akan menerapkan sistem atau kebijakan Full Day School (FDS) bagi siswa SD dan SMP baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini bertujuan agar para siswa setelah pulang sekolah bisa langsung d ijemput oleh orang tuanya yang baru pulang kerja, dan untuk lebih membentuk karakter anak sejak dini. “Denga sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang kerja,”kata Mendikbud di Universitas Muhammadiyah Malang. Minggu(7/8/2016) Full day school ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Siswa belajar pelajaran formal selama setengah hari, selanjutnya diisi dengan mengikuti beragam ekstrakulikuler yang bertujuan membentuk karakter siswa tersebut. Tapi, efektif kah program full day school ini ? Banyak pro dan kontra di masyarakat, khususnya para orangtua sisw...

Komentar
Posting Komentar